Tampilkan postingan dengan label Bait2 Rasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bait2 Rasa. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 Mei 2019

Bintang-Bulan-Mentari



“Aku mencintaimu Sekar, sungguh aku mencintaimu”, ucap Bayu sembari menatap seorang wanita di depannya.
Wanita bernama Sekar itu hanya tertunduk dan menangis.
“Sekar?”, ucap Bayu seraya menyentuh wajah Sekar, namun Sekar tampak menghindar.
“Aku nggak bisa Yu, aku nggak biasa”, jawab Sekar terbata-bata.

Bayu adalah seorang pengusaha muda yang siap menikah. Ia pun telah memiliki kekasih bernama Irma, teman sekelasnya dulu ketika kuliah. Hubungan asmara mereka telah terjalin dalam kurun waktu lebih dari dua tahun. Sebenarnya Bayu dan kekasihnya telah merencanakan pernikahan tahun ini, namun karena kekasihnya mendapat tawaran bekerja ke Kalimantan, rencana tersebut diundur dalam waktu yang belum mereka tentukan.

Bayu dan Irma memang terlihat sebagai sepasang kekasih yang sangat ideal. Bayu yang masih muda, perawakan gagah, dan dengan karirnya yang cerah termasuk dalam jajaran pemuda idola wanita. Sementara Irma merupakan perempuan berparas cantik bak artis ibu kota.

Namun apa mau dikata, apa yang terlihat dari luar memang belum tentu menggambarkan apa yang memang terjadi. Semenjak mereka menjalin hubungan jarak jauh, nyatanya mulai muncul berbagai masalah yang membuat hubungan mereka semakin renggang.

Kamis, 22 November 2018

Tentang Dia


Biar kuceritakan kepadamu tentang dia, dia yang sangat kucinta. Yang dengannya, aku ingin menghabiskan sisa usia.
Dulu, dia datang sebagai kawan, dan lambat laun menjeratku dalam suatu ikatan yang lebih dari pertemanan.
Bertahun-tahun kujalani hari-hariku bersamanya. Kami tumbuh bersama dengan harapan bahwa hubungan kami dapat bertahan selamanya.
Aku sadar banyak sekali perbedaan antara aku dan dia. Namun nyatanya dia cukup sabar. Mau menerima aku yang masih banyak belajar, termasuk belajar mencintai dia. Hingga hubungan kami dapat bertahan dalam waktu yang tidak sebentar.

Rabu, 21 November 2018

Quote: Mencintaimu Tanpa Pamrih


Terima kasih
Pernah bersama merajut kasih

Meski berujung perih
Aku janji tak akan sedih

Quote: Pamit


Tak usah kau ungkit-ungkit
Biarkan aku pamit
Sudah saatnya aku bangkit
Selamat tinggal rasa sakit

~end
@endah_kusrini

Quote: Terima Kasih


Terima kasih,
telah bersabar,
menantiku dalam waktu yang tidak sebentar.

Quote: Untukmu "tuan"


Saat kau hadir
di sana lah rasa itu lahir
kubiarkan rasa itu mengalir
semoga kau lah jawaban dari takdir

Wahai engkau "tuan", ku sebut namamu kepada Tuhan
Semoga harapku menjadi kenyataan

Selasa, 20 November 2018

Quote: Aku Luluh


Lewat tatap matamu yang teduh,
prinsip hidupmu yang pantang mengeluh,
melalui pribadimu yang tangguh,
ku akui, aku luluh.

Dariku, yang mengagumimu dengan
sungguh.

~end
@endah_kusrini

Quote: Pernah Singgah


Aku pernah,
memperjuangkanmu susah payah
mendoakanmu tanpa lelah
menunggumu dengan tabah
berharap kau akan menjemputku dengan gagah

Barangkali, memang aku yang salah
memaksakan kisah
yang telah kau anggap patah

Quote: Apa Kau lupa jalan pulang?


Malam menjelang,
langit indah berhiaskan bintang-bintang
Bayang-banyang tentangmu berlalu lalang
seolah-olah tak ingin hengkang

Aku menantimu di sudut ruang
bersama segala rasa yang telah terhidang
aku rindu ingin berbincang-bincang
asal denganmu, apapun aku senang
Sayang, sekian lama aku menunggumu datang

Sabtu, 08 September 2018

Quote: Terlambat


Dulu, waktu kau datang mendekat
ku kira kau tersesat
Kau bilang, kau tengah mencari obat
untuk hatimu yang sekarat

Kau sungguh memikat,
semudah itu aku sepakat
akan menemani, menjaga, dan merawat
hingga kau menjadi lebih kuat

Quote: Rindu


Barangkali,
rindu ini serupa tungku tanpa nyala api
bumi tanpa sinar mentari
rumah mewah, namun tak berpenghuni

Jumat, 07 September 2018

Quote: Hanya Denganmu


Berjanjilah,
kita tak kan menyerah
melawan lelah
menikam gundah
membunuh resah
menguatkan yang lemah
memaafkan yang salah
memperbaiki yang patah

Quote: Sang Pemenang



Semenjak aku memberimu ruang,
aku tau kamu semakin berjuang.
Meski berulang kali aku terkesan membuang,
kau tak pernah benar-benar menghilang.
Hingga ku akui, tentang perasaan, kamu adalah pemenang.

Sabtu, 31 Januari 2015

Kamu... Iya Kamu...

Entah mengapa,
aku selalu ingin ketemu kamu
Melihat wajahmu,
melihat senyummu,
mendengar suaramu
Bahkan

Jumat, 17 Januari 2014

Kembali pada-Mu


Di malam yang gelap tanpa bintang
Hawa dingin menusuk tulang
Aku termenung
Mengingat semua dosa dan khilaf,
Yang kian menggunung
Karena ku tahu
Hanya pada-Mu aku bergantung